Cegah Stunting, Unismuh Perkenalkan Pendekatan Edukasi Berbasis Digital di Desa

Cegah Stunting, Unismuh Perkenalkan Pendekatan Edukasi Berbasis Digital di Desa
Istimewa

LOSARIPOST.com - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) LP3M Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar memulai rangkaian program pengabdian di Desa Timbuseng, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa melalui kegiatan observasi lapangan yang dilaksanakan Kamis 11 Juni 2026.

Kegiatan tersebut menjadi tahap awal pelaksanaan program bertema pelatihan media edukasi digital untuk mendukung kampanye pencegahan stunting di tingkat desa.

Tim pengabdian melibatkan dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unismuh Makassar, yakni Dr Muhammad Yahya, Arni, dan Dr Hafiz Elfiansya Parawu bersama sejumlah mahasiswa.

Kehadiran tim disambut pemerintah desa dan unsur masyarakat setempat yang menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut.

Ketua tim PKM, Dr Muhammad Yahya, mengatakan observasi dilakukan untuk mengenali kebutuhan masyarakat sekaligus melihat peluang pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung edukasi kesehatan, khususnya terkait pencegahan stunting.

Menurutnya, stunting masih menjadi tantangan yang perlu ditangani secara bersama karena berpengaruh terhadap kualitas tumbuh kembang anak dan masa depan sumber daya manusia.

Ia menjelaskan penggunaan media digital dapat menjadi pendekatan yang lebih efektif untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai kesehatan keluarga.

“Melalui pelatihan media edukasi digital, kami ingin menghadirkan metode kampanye yang lebih inovatif dan mudah diterima masyarakat dalam upaya pencegahan stunting,” kata Yahya.

Ia menambahkan perkembangan teknologi membuka kesempatan bagi masyarakat desa untuk memanfaatkan berbagai kanal digital sebagai sarana penyebaran informasi kesehatan.

Konten berbentuk video edukasi, infografis, media sosial hingga aplikasi komunikasi dinilai dapat membantu penyampaian pesan kesehatan secara lebih cepat dan menarik.

Dari hasil observasi awal, masyarakat menunjukkan respons positif terhadap rencana pelaksanaan program. Kader posyandu, kelompok ibu rumah tangga, hingga pemuda desa disebut siap terlibat dalam kegiatan pelatihan.

Yahya menilai Desa Timbuseng memiliki potensi untuk mengembangkan model kampanye kesehatan berbasis digital yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan penanganan stunting tidak hanya ditentukan oleh layanan kesehatan, tetapi juga kualitas edukasi dan akses informasi yang diterima warga.

Melalui program tersebut, tim PKM juga menargetkan lahirnya kader edukasi digital yang dapat menjadi penggerak penyebaran informasi mengenai gizi seimbang, kesehatan ibu dan anak, pola pengasuhan, serta pemantauan tumbuh kembang anak sejak dini.

“Kami ingin mendampingi masyarakat agar teknologi digital dapat dimanfaatkan secara produktif untuk mendukung pencegahan stunting. Kolaborasi berbagai pihak menjadi faktor penting agar program ini berjalan optimal,” ujarnya.

Program pengabdian itu diharapkan dapat menjadi model kampanye kesehatan berbasis media digital yang nantinya bisa diterapkan di wilayah lain di Kabupaten Gowa maupun Sulawesi Selatan.

Sementara itu, Pejabat Kepala Desa Timbuseng Arifai menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program tersebut karena dinilai dapat memperkuat kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan media sosial untuk edukasi kesehatan.

Ia juga mengungkapkan saat ini terdapat empat kasus stunting di Desa Timbuseng dan pemerintah desa terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat penanganannya.

“Program ini memberi tambahan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat untuk mengampanyekan pencegahan stunting melalui media digital,” kata Arifai.

Komentar

Nama Pengguna: Komentar...