LOSARIPOST.com – Universitas Hasanuddin (Unhas) mulai mendistribusikan inovasi teknologi pertanian Unhas Sprayer-Spreader Drone (USD) ke berbagai daerah di Indonesia.
Langkah ini dilakukan melalui kolaborasi dengan Kementerian Pertanian sebagai upaya mendukung modernisasi sektor pertanian dan memperkuat program swasembada pangan.
Sebanyak 15 unit drone dilepas secara simbolis oleh Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa, di Gedung Rektorat Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Sabtu, 25 Juli 2026.
USD merupakan hasil riset Unhas yang dikembangkan untuk mendukung sistem pertanian presisi. Drone tersebut memanfaatkan teknologi navigasi berbasis GPS yang dipadukan dengan fitur penyemprotan dan penaburan benih secara otomatis.
Teknologi ini dinilai mampu mempercepat proses tanam, meningkatkan ketepatan penyebaran benih, serta membuat penggunaan bahan menjadi lebih efisien dibandingkan metode konvensional.
Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa atau yang akrab disapa Prof. JJ, mengatakan pengembangan USD menjadi bukti bahwa hasil penelitian perguruan tinggi dapat menjawab kebutuhan sektor pertanian.
Menurutnya, penggunaan teknologi menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan produktivitas pertanian nasional.
"Pertanian modern membutuhkan peralatan modern. Teknologi harus hadir sebagai solusi nyata untuk mendukung swasembada pangan. Drone ini bukan lagi sekadar prototipe, tetapi aksi nyata penguatan industri pertanian modern," ujar Prof. JJ.
Ia menambahkan, drone tersebut merupakan hasil karya peneliti dalam negeri yang seluruh proses pengembangannya dilakukan oleh Unhas.
"Ini adalah drone buatan anak bangsa, buatan Unhas. Ini membuktikan anak bangsa mampu mengembangkan teknologi sendiri. Kita ingin membangun kemandirian teknologi sebagai pondasi menuju Indonesia Emas," katanya.
Kepercayaan terhadap inovasi tersebut ditunjukkan melalui dukungan Kementerian Pertanian dengan nilai pengadaan mencapai Rp11 miliar.
Sebelum didistribusikan, setiap unit drone telah melewati berbagai tahapan pengujian untuk memastikan efektivitasnya dalam proses penyemprotan maupun penaburan benih di berbagai karakteristik lahan.
Pada tahap awal, sebanyak 50 unit USD akan disalurkan ke 46 kabupaten dan kota di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua.
Kepala Subdirektorat Pengelolaan Inkubator dan Science Techno Park (STP) Unhas sekaligus pengembang USD, Dr. Eng. Andi Amijoyo Mochtar, mengatakan pengembangan drone tersebut akan terus dilanjutkan hingga memasuki tahap produksi massal.
"Pengembangan tahun depan akan kita optimalkan masuk ke tahap manufaktur. Identitas drone ini adalah Unhas. Kami membangun komitmen bersama agar inovasi ini terus berkembang melalui kolaborasi berbagai pihak," ujar Andi Amijoyo.
Ia menjelaskan USD dirancang khusus untuk meningkatkan efisiensi budidaya padi. Drone tersebut memiliki tangki benih berkapasitas besar dengan sistem operasi otomatis sehingga lebih mudah digunakan oleh petani.
Dalam proses hilirisasi, Unhas menggandeng PT Ener Sky Innovation sebagai mitra industri untuk memperkuat kapasitas produksi dan mempercepat pengembangan teknologi agar dapat dimanfaatkan lebih luas oleh sektor pertanian nasional.

Komentar
Nama Pengguna: Komentar...