LOSARIPOST.com – Dua siswa SMP Islam Ranu Harapan berhasil menunjukkan kemampuan di bidang teknologi dengan meraih juara kedua kategori SMP pada Octopus Robotic Competition 2026 di Makassar.
Muh. Al Fatih Achmad dan Azzam Ar Zein yang tergabung dalam tim **Ranu Robotic** sukses menjadi runner-up setelah melewati persaingan dengan sejumlah sekolah dari Makassar dan berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
Yang menarik, robot yang digunakan dalam kompetisi tersebut bukan perangkat siap pakai. Robot itu dirancang dan dirakit sendiri oleh kedua siswa dengan memanfaatkan komponen serta peralatan yang tersedia.
Kepala SMP Islam Ranu Harapan, Dirgahayu Lestari, mengatakan proses tersebut menjadi bagian penting dari pengalaman belajar para siswa.
"Robotnya dirakit mandiri oleh murid dan dibawa ke lomba untuk dipertandingkan," kata Dirgahayu, Kamis (10/9/2026).
Kompetisi tersebut menguji kemampuan peserta tidak hanya dalam merancang dan mengendalikan robot, tetapi juga dalam mengoperasikannya pada pertandingan sepak bola.
Setiap tim menurunkan dua robot yang dikendalikan langsung oleh peserta. Pertandingan kemudian berlangsung dengan sistem liga, dengan perolehan poin dari setiap laga menentukan posisi akhir peserta.
Tim Ranu Robotic harus bersaing dengan sejumlah sekolah yang memiliki tim robotik, termasuk Athirah, Al Fityan, serta beberapa sekolah Islam dari Kabupaten Luwu.
Dari persaingan tersebut, SMPIT Al Azhar berhasil keluar sebagai juara pertama. SMP Islam Ranu Harapan berada di posisi kedua, sementara MTsN 1 Makassar menempati peringkat ketiga.
Dirgahayu mengatakan capaian tersebut tidak semata-mata diukur dari posisi yang diraih. Menurutnya, keterlibatan siswa dalam kompetisi robotik memberikan pengalaman praktis yang sulit diperoleh hanya melalui pembelajaran di kelas.
Selama pertandingan, siswa dituntut mampu mengambil keputusan dengan cepat ketika robot mengalami kendala atau strategi yang diterapkan tidak berjalan sesuai rencana.
"Anak-anak juga belajar bekerja sama, memecahkan masalah, dan menjunjung sportivitas selama mengikuti pertandingan," ujarnya.
Ia menilai pengalaman merakit robot hingga membawanya ke arena kompetisi dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kreativitas dan minat siswa terhadap teknologi.
Prestasi Al Fatih dan Azzam pun menjadi kebanggaan tersendiri bagi SMP Islam Ranu Harapan. Capaian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa siswa mampu menghasilkan karya teknologi secara mandiri dan mengujinya dalam kompetisi bersama peserta dari sekolah lain.
Bagi sekolah, pengalaman tersebut diharapkan menjadi pemicu bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang teknologi, kreativitas, dan inovasi.
Rakit Robot Sendiri, Dua Siswa SMP Islam Ranu Harapan Raih Juara di Kompetisi Robotik

Komentar
Nama Pengguna: Komentar...