LOSARIPOST.com – Pemerintah berencana kembali memangkas anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya efisiensi belanja negara.
Meski demikian, program yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto itu dipastikan tetap berjalan.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan alokasi anggaran MBG tahun 2026 yang sebelumnya dipatok sekitar Rp330 triliun telah dikurangi menjadi Rp270 triliun. Bahkan, pemerintah masih membuka kemungkinan adanya penghematan lanjutan dalam beberapa bulan ke depan.
"Jadi kalau tadinya kita alokasikan Rp330 triliun, turun ke Rp270 triliun, nanti mungkin turun lagi ke level yang lebih rendah lagi dari itu. Jadi akan dilakukan efisiensi yang besar-besaran. Ini perintah Bapak Presiden," ujar Purbaya dalam wawancara yang diunggah di kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo, dikutip Jumat 3 Juli 2026.
Menurut Purbaya, efisiensi dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program, bukan menghentikan MBG. Ia menegaskan pemerintah tetap menempatkan program tersebut sebagai salah satu agenda utama pemerintahan Presiden Prabowo.
Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat pengawasan terhadap penggunaan anggaran MBG. Kementerian Keuangan akan melibatkan jajaran Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) di daerah untuk memantau pelaksanaan program oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Laporan hasil pemantauan nantinya akan disampaikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bahan evaluasi apabila ditemukan penyimpangan dalam pelaksanaan program.
"Mereka (unit kerja DJPb di daerah) kasih laporannya ke saya. Nanti kalau memang jelek, saya akan laporkan ke BGN untuk dia ambil tindakan," kata Purbaya.
Ia menegaskan, apabila rekomendasi perbaikan tidak ditindaklanjuti oleh pihak terkait, Kementerian Keuangan memiliki kewenangan melakukan penyesuaian anggaran.
"Nah kalau enggak ambil tindakan dalam keadaan seperti itu baru saya bisa potong anggarannya," ujarnya.
Purbaya juga memastikan pemerintah terbuka terhadap berbagai kritik masyarakat mengenai penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), termasuk dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Menurutnya, berbagai evaluasi yang dilakukan menunjukkan pemerintah terus berupaya memperbaiki tata kelola program agar lebih efektif dan tepat sasaran.
"Presiden mendengarkan kok masukan itu. Buktinya BGN kan diobrak-abrik dan dilakukan penghematan besar-besaran. Kita akan potong lagi anggarannya dalam beberapa bulan ke depan. Anggarannya tahun depan juga akan kita turunkan lagi dan kita akan awasi sekarang dengan Kementerian Keuangan," tutur Purbaya.
Ia menambahkan, beberapa waktu lalu Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, telah melaporkan rencana efisiensi lanjutan anggaran MBG. Namun, besaran penghematan tersebut akan diumumkan langsung oleh BGN.
"Kemarin saya ketemu Kepala BGN. Sudah ke sini dia melaporkan bahwa akan ada penghematan lebih lanjut dari program BGN. Saya pikir cukup signifikan, tapi nanti biar Kepala BGN yang mengumumkan," katanya.

Komentar
Nama Pengguna: Komentar...