LOSARIPOST.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tidak mempermasalahkan apabila Iran tetap memiliki dan mengembangkan rudal balistik, selama kapasitasnya berada dalam proporsi yang sebanding dengan negara-negara lain di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan itu disampaikan Trump saat berbicara kepada wartawan di sela agenda Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Prancis, Rabu (17/6/2026).
Trump menilai keberadaan rudal balistik di kawasan bukan sesuatu yang dapat dipisahkan dari dinamika keamanan regional.
Menurutnya, sejumlah negara di kawasan Teluk juga memiliki kemampuan serupa sehingga tidak tepat apabila Iran sepenuhnya dilarang memiliki persenjataan tersebut.
“Jika negara lain punya, agak tidak adil buat mereka (Iran) jika tidak punya juga,” kata Trump.
Ia kemudian menyinggung negara-negara seperti Arab Saudi dan Qatar yang selama ini diketahui memiliki sistem pertahanan dan kemampuan rudal.
Trump menyebut selama jumlah dan proporsinya tetap seimbang, keberadaan rudal balistik Iran tidak menjadi persoalan utama.
“Jika Arab Saudi, Qatar, dan mereka semua memiliki beberapa, dalam proporsi relatif, saya kira itu tidak masalah,” ujarnya.
Pernyataan tersebut muncul setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai nota kesepahaman (MoU) yang diumumkan di sela pertemuan G7.
Kesepakatan itu menjadi dasar penghentian konflik dan membuka tahap negosiasi lanjutan antara kedua negara dalam beberapa pekan ke depan.
Dalam dokumen awal yang telah diumumkan, kedua pihak sepakat menghentikan permusuhan di sejumlah wilayah, membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, serta melanjutkan pembahasan mengenai program nuklir Iran.
Teheran juga disebut menyatakan komitmen untuk tidak mengembangkan senjata nuklir, sementara detail pengaturan lanjutan akan dirumuskan dalam periode negosiasi berikutnya.
Meski memberi ruang terhadap kepemilikan rudal balistik Iran, Trump tetap menegaskan bahwa garis utama kebijakan Washington adalah memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir dalam bentuk apa pun.

Komentar
Nama Pengguna: Komentar...