LOSARIPOST.com - Universitas Hasanuddin (Unhas) menegaskan keterlibatannya dalam Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) melalui pembangunan dan pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) merupakan bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung agenda pembangunan nasional sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.
Kepala Bidang Humas Kantor Sekretariat Rektor Unhas, Ishaq Rahman, mengatakan kampus saat ini dituntut mengambil peran yang lebih luas dan tidak hanya menjalankan fungsi akademik semata.
Menurutnya, perguruan tinggi perlu hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan publik, termasuk isu pemenuhan gizi masyarakat.
“Keterlibatan Unhas dalam SPPG merupakan implementasi tridarma perguruan tinggi sekaligus wujud komitmen menghadirkan kampus yang berdampak langsung bagi masyarakat,” kata Ishaq, Minggu 14 Juni 2026.
Program MBG sendiri merupakan salah satu program strategis pemerintah yang diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan akses terhadap makanan bergizi.
Dalam mendukung pelaksanaannya, Unhas menghadirkan SPPG yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat produksi dan distribusi makanan, tetapi juga dikembangkan sebagai ruang pembelajaran, inovasi, dan pengembangan tata kelola layanan gizi.
Model yang dibangun mengintegrasikan berbagai aspek mulai dari standar gizi, keamanan pangan, pengelolaan operasional, hingga sistem evaluasi yang berkelanjutan.
Unhas juga membuka ruang partisipasi bagi sivitas akademika dan masyarakat untuk terlibat melalui penelitian, kajian ilmiah, pengawasan, hingga evaluasi kebijakan yang berkaitan dengan pelaksanaan program.
Menurut Ishaq, pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan program.
Ia menegaskan pengelolaan SPPG tidak diarahkan sebagai aktivitas komersial, melainkan sebagai kontribusi akademik dan sosial yang memanfaatkan kapasitas kampus untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.
Secara administratif, SPPG Unhas dikelola oleh Yayasan Metavisi Akademika yang merupakan lembaga non-profit di bawah Unhas dan telah bergerak dalam berbagai kegiatan sosial selama sekitar dua dekade.
Fasilitas dapur dibangun di lingkungan kampus dengan dukungan mitra melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR sehingga tidak membebani anggaran universitas.
Dalam operasionalnya, Unhas juga menyiapkan sistem pendukung yang diperkuat dengan instalasi pengolahan air limbah berkapasitas 10 kubik menggunakan teknologi terbaru.
Keunikan lain dari SPPG Unhas terlihat dari keterlibatan lintas fakultas dalam membangun rantai pasok kebutuhan pangan. Fakultas Pertanian memasok sayuran, Fakultas Kehutanan menyediakan jamur tiram, sementara Fakultas Peternakan memenuhi kebutuhan produk unggas, telur, dan olahan daging.
Di sisi lain, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan juga tengah menyiapkan dukungan pasokan ikan nila beserta produk olahannya.
Melalui pola kolaborasi tersebut, Unhas berharap model SPPG dapat menjadi contoh keterlibatan aktif perguruan tinggi dalam mendukung implementasi program prioritas nasional dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Komentar
Nama Pengguna: Komentar...