Kemenag Siapkan Museum Syekh Yusuf di Cape Town, Jadi Pusat Budaya Indonesia di Afrika Selatan

Kemenag Siapkan Museum Syekh Yusuf di Cape Town, Jadi Pusat Budaya Indonesia di Afrika Selatan
Menteri Agama Prof Nasaruddin Umar. Ist

LOSARIPOST.com – Pemerintah Indonesia berencana membangun Museum Syekh Yusuf Al-Makassari di Cape Town, Afrika Selatan, sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan sejarah ulama asal Gowa yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan Islam dan perjuangan melawan kolonialisme di negeri tersebut.

Rencana itu diungkapkan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, saat membuka Seminar Nasional Peringatan 400 Tahun Kelahiran Syekh Yusuf Al-Makassari dalam rangkaian Festival Aksara Lontaraq Vol. VII 2026 di Auditorium UIN Alauddin Makassar, Kamis, 9 Juli 2026.

Nasaruddin menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan lahan seluas sekitar 2.000 meter persegi di Cape Town untuk pembangunan kompleks Rumah Budaya Syekh Yusuf.

Fasilitas tersebut nantinya tidak hanya menghadirkan museum, tetapi juga perpustakaan, ruang serbaguna, hingga amfiteater untuk berbagai kegiatan budaya.

"Beberapa waktu lalu kami berkunjung ke Cape Town dan melihat langsung lokasi yang disiapkan. Di sana akan dibangun Rumah Budaya Syekh Yusuf yang dilengkapi museum, perpustakaan, ruang pertemuan, serta area kegiatan terbuka," ujarnya.

Menurut Nasaruddin, pembangunan tersebut diharapkan dapat dimulai pada tahun ini bertepatan dengan peringatan 400 tahun kelahiran Syekh Yusuf Al-Makassari.

Keberadaan rumah budaya itu nantinya diproyeksikan menjadi pusat pelestarian sejarah sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.

Ia mengatakan, pemerintah daerah Cape Town bersama berbagai organisasi masyarakat, komunitas pecinta Syekh Yusuf, yayasan Islam, hingga kalangan profesional di Afrika Selatan telah menyatakan dukungan terhadap proyek tersebut.

"Dukungan yang kami terima sangat besar. Pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat di Cape Town menyambut baik rencana pembangunan ini sehingga kami optimistis dapat segera direalisasikan," katanya.

Nasaruddin menilai Cape Town memiliki hubungan historis yang erat dengan Syekh Yusuf. Meski menjalani pengasingan pada masa kolonial, Syekh Yusuf tetap menyebarkan ajaran Islam dan menjadi simbol perlawanan terhadap penindasan.

Jejak perjuangannya hingga kini masih dikenang masyarakat setempat melalui berbagai tradisi, termasuk penyelenggaraan Festival Rahmat setiap tahun.

Karena itu, museum dan rumah budaya tersebut diharapkan menjadi ruang edukasi sekaligus pusat dokumentasi yang memperkuat hubungan sejarah antara Indonesia dan Afrika Selatan.

Pada kesempatan yang sama, Nasaruddin juga meresmikan Syekh Yusuf Corner di UIN Alauddin Makassar.

Fasilitas tersebut dipersiapkan sebagai pusat literasi dan penelitian yang menyimpan berbagai referensi mengenai perjalanan hidup, karya, pemikiran, serta perjuangan Syekh Yusuf Al-Makassari.

Komentar

Nama Pengguna: Komentar...