Kisah Nenek Sania Ungkap Realita Jamaah Haji yang Terjerat Utang

Kisah Nenek Sania Ungkap Realita Jamaah Haji yang Terjerat Utang
Istimewa

LOSARIPOST.com - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengungkap masih banyak calon jamaah haji yang harus menanggung beban utang demi bisa menunaikan ibadah ke Tanah Suci.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan temuan tersebut setelah melakukan kunjungan ke rumah salah satu jamaah haji tahun 2026 di Kabupaten Serdang Bedagai, Minggu 21 Juni 2026.

Dalam kunjungan itu, Dahnil bertemu dengan seorang jamaah bernama Sania (72), yang diketahui merupakan seorang janda dan tinggal bersama keluarga anaknya. 

Sania disebut bekerja sebagai buruh cuci sebelum akhirnya berangkat haji tahun ini.

Menurut Dahnil, Sania telah mendaftar haji sejak 2014 menggunakan bantuan dana dari anak-anaknya. 

Namun, ketika panggilan keberangkatan tiba pada 2026, ia terpaksa meminjam uang dari berbagai pihak untuk menutup biaya yang belum terpenuhi agar tetap bisa berangkat.

Dahnil menyebut kondisi seperti yang dialami Sania bukan kasus tunggal. Berdasarkan pendataan awal kementerian, masih terdapat sejumlah jamaah haji lain yang berada dalam situasi serupa dan harus menanggung beban finansial cukup berat.

“Kami menemukan banyak jamaah yang kondisinya seperti Ibu Sania. Ini menjadi perhatian serius kami,” ujar Dahnil dalam keterangannya.

Ia menambahkan, pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah akan melakukan pendataan menyeluruh terhadap jamaah haji yang memiliki beban utang. Langkah ini dilakukan untuk mencari solusi agar beban tersebut dapat diringankan.

Program pendataan ini, kata Dahnil, merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta pemerintah lebih memperhatikan kondisi sosial ekonomi jamaah haji, khususnya mereka yang kurang mampu.

“Berdasarkan arahan Presiden, kami akan mendata secara detail jamaah yang terjerat utang agar bisa dicarikan solusi yang tepat,” ujarnya.

Komentar

Nama Pengguna: Komentar...