LOSARIPOST.com – Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah berhasil melakukan efisiensi anggaran negara hingga Rp300 triliun dalam beberapa bulan pertama masa pemerintahannya.
Dana hasil penghematan tersebut, kata Prabowo, dialokasikan untuk membiayai sejumlah program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri puncak peringatan Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis, 24 Juli 2026.
Menurut Presiden, penghematan anggaran diperoleh melalui upaya pemerintah menutup berbagai kebocoran anggaran serta menghentikan praktik penggelembungan harga dalam belanja negara.
"Dalam beberapa bulan pertama pemerintahan yang kita pimpin, kita bisa hemat Rp300 triliun," kata Prabowo.
Ia menjelaskan dana hasil efisiensi tersebut tidak disimpan, melainkan langsung diarahkan untuk mendukung pelaksanaan berbagai program strategis pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan infrastruktur, dan peningkatan kualitas pendidikan.
Prabowo mengatakan salah satu fokus penggunaan anggaran adalah mempercepat pembangunan jembatan di berbagai daerah agar masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan, memiliki akses transportasi yang lebih baik.
"Ini yang kita gunakan untuk makan bergizi. Ini yang kita gunakan untuk jembatan. Lima ribu jembatan kita bangun sampai Desember 2026. Kalau perlu kita bangun lebih. Rakyat di desa tidak bisa menunggu, mereka tidak mau menunggu lagi," ujarnya.
Selain infrastruktur, pemerintah juga mempercepat rehabilitasi sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan. Hingga akhir 2026, pemerintah menargetkan sebanyak 67 ribu sekolah dapat diperbaiki.
Presiden menegaskan program rehabilitasi akan terus ditingkatkan pada tahun berikutnya dengan target yang lebih besar.
"Tahun 2027 saya instruksikan harus lebih dari 100 ribu sekolah yang sekian belas tahun tidak disentuh," tegasnya.
Meski demikian, Prabowo menilai masih ada pihak yang lebih menyoroti sekolah-sekolah yang belum direnovasi dibandingkan capaian pemerintah dalam memperbaiki fasilitas pendidikan yang telah rusak selama bertahun-tahun.

Komentar
Nama Pengguna: Komentar...