LOSARIPOST.com – Partai Golkar menepis spekulasi yang mengaitkan Ketua Umumnya, Bahlil Lahadalia, dengan bursa calon presiden maupun calon wakil presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham menegaskan hingga saat ini tidak ada pembahasan di internal partai mengenai langkah politik Bahlil menuju kontestasi nasional tersebut.
Menurut Idrus, sejak dipercaya memimpin Golkar, Bahlil justru memusatkan perhatian pada agenda penguatan organisasi dan peningkatan peran partai dalam mendukung pemerintahan saat ini.
“Komitmen Pak Bahlil sejak memimpin Golkar adalah konsolidasi internal, memperbesar kekuatan partai, menambah kursi, dan memastikan pemerintahan Prabowo-Gibran berjalan sukses. Tidak pernah ada pembicaraan mengenai pencalonan presiden,” kata Idrus, Sabtu 13 Juni 2026.
Pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas munculnya analisis politik yang menilai Bahlil mulai memiliki ruang dalam peta Pilpres 2029.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Ethical Politics Hasyibulloh Mulyawan menilai meningkatnya perhatian publik terhadap Bahlil, termasuk setelah muncul fenomena lagu viral “MBG” atau “Mas Bahlil Ganteng”, dapat menjadi modal elektoral di masa depan.
Namun Idrus menilai penarikan kesimpulan tersebut terlalu jauh dan berpotensi membentuk persepsi yang tidak sesuai dengan arah politik yang sedang dijalankan Golkar.
“Kalau kemudian langsung diarahkan ke pencalonan presiden, menurut saya itu interpretasi yang berlebihan dan bisa menimbulkan persepsi yang keliru,” ujarnya.
Idrus mengatakan arah pemikiran politik Bahlil dapat dipahami melalui gagasan yang dituangkan dalam buku berjudul “Karya Kekaryaan: Eskalator Kesinambungan Pembangunan dan Kepemimpinan Nasional”.
Menurut dia, isi buku tersebut lebih menekankan pentingnya menjaga kesinambungan pembangunan nasional melalui keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada periode saat ini.
“Yang menjadi fokus adalah bagaimana kepemimpinan Pak Prabowo pada periode sekarang bisa berhasil dan memberikan fondasi untuk tahapan pembangunan berikutnya,” katanya.
Idrus menambahkan, salah satu gagasan yang turut disampaikan dalam buku itu adalah pentingnya membangun kerja sama politik jangka panjang melalui koalisi yang lebih permanen bersama partai-partai pendukung pemerintah.
Ia juga menilai perjalanan politik Bahlil tidak bisa dilepaskan dari proses panjang sebagai aktivis dan kader yang berkembang melalui pengalaman organisasi dan pemerintahan.
“Pak Bahlil tumbuh dari proses perjuangan yang panjang. Karena itu pendekatan dan orientasi politiknya juga memiliki karakter yang berbeda,” ujar Idrus.
Menurutnya, selama ini Bahlil menunjukkan konsistensi antara gagasan yang disampaikan dengan langkah politik yang dijalankan.
Idrus kembali menegaskan bahwa agenda utama Golkar saat ini bukan membahas Pilpres 2029, melainkan memperkuat partai dan mengawal keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Fokus kami sekarang bekerja, membesarkan partai, dan mendukung pemerintahan. Soal konfigurasi Pilpres 2029 belum menjadi pembahasan,” tutupnya.

Komentar
Nama Pengguna: Komentar...