LOSARIPOST.com – Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PLN Sulselrabar, Jalan Hertasning, Makassar, Kamis 3 September 2026.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa mendesak General Manager (GM) PLN Sulselrabar dicopot dari jabatannya sebagai bentuk pertanggungjawaban atas persoalan pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah.
Ketua Umum GAM, Fajar, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan mahasiswa terhadap kebijakan pemadaman listrik bergilir yang dinilai berdampak luas terhadap masyarakat.
Menurut dia, pemadaman listrik tidak boleh dipandang sebagai persoalan teknis semata karena dapat mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kami dari Gerakan Aktivis Mahasiswa kembali melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor PLN Sulselrabar sebagai bentuk kekecewaan dan protes kami terhadap hal-hal yang terjadi beberapa hari terakhir,” kata Fajar.
Ia menilai pemadaman bergilir yang diberlakukan PLN Sulselrabar berpotensi menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
Aktivitas pelaku usaha yang bergantung pada pasokan listrik, kata dia, ikut terganggu akibat kebijakan tersebut.
Fajar menyebut dampak pemadaman bahkan dapat merembet pada kondisi perekonomian di daerah.
“Pemadaman bergilir ini tidak bisa dianggap sepele oleh pihak PLN Sulselrabar. Ada banyak pihak UMKM yang kemudian dirugikan akibat kebijakan yang dikeluarkan oleh pihak PLN Sulselrabar,” ujarnya.
Dalam aksinya, GAM membawa sejumlah tuntutan. Salah satunya meminta PLN Sulselrabar segera menghentikan kebijakan pemadaman listrik secara bergilir.
Tuntutan kedua yakni meminta PLN memberikan kompensasi kepada masyarakat yang terdampak akibat pemadaman listrik tersebut.
Fajar mengatakan tuntutan tersebut merupakan bentuk dorongan agar PLN tidak hanya memberikan penjelasan terkait gangguan kelistrikan, tetapi juga memperhatikan dampak yang dirasakan masyarakat.
“Kami meminta pihak PLN Sulselrabar harus segera menghentikan pemadaman listrik secara bergilir. Selain itu, PLN Sulselrabar juga harus memberikan kompensasi terhadap masyarakat yang terkena dampak daripada pemadaman bergilir ini,” tegasnya.
GAM juga menyampaikan tuntutan lebih jauh. Jika aspirasi mahasiswa tidak diindahkan, mereka meminta GM PLN Sulselrabar mengundurkan diri dari jabatannya.
Menurut Fajar, desakan tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban atas persoalan kelistrikan yang berdampak terhadap masyarakat di wilayah kerja PLN Sulselrabar, yang mencakup Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat.
“Ketika apa yang menjadi aspirasi kita pada hari ini tidak diindahkan, maka lebih baik kami meminta juga kepada General Manager daripada PLN Sulselrabar untuk mengundurkan diri dari jabatannya,” katanya.
Ia menegaskan GAM akan terus mengawal persoalan pemadaman listrik bergilir dan dampaknya terhadap masyarakat apabila tuntutan mereka tidak mendapatkan respons dari pihak PLN Sulselrabar.

Komentar
Nama Pengguna: Komentar...