LOSARIPOST.com - Tim Penggerak PKK Kabupaten Gowa mendorong keluarga menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.
Upaya tersebut dilakukan melalui Bimbingan Teknis Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB) Siaga Kebakaran Lingkungan tingkat Kabupaten Gowa yang digelar Pokja IV TP PKK Kabupaten Gowa di Hotel Golden Tulip Makassar.
Ketua TP PKK Kabupaten Gowa, Andi Tenri Indah Darmawangsyah, mengatakan pembekalan kepada kader menjadi langkah penting agar informasi dan pengetahuan mengenai kebencanaan dapat diteruskan hingga ke tingkat masyarakat.
Menurutnya, ancaman bencana yang dihadapi masyarakat tidak hanya berupa kebakaran, tetapi juga banjir, angin kencang dan berbagai kondisi darurat lainnya.
"Pada intinya hari ini kita diberikan ilmu dan informasi untuk kemudian disampaikan kembali di kecamatan masing-masing. Tujuannya agar kita mendapatkan ilmu dan pengetahuan baru, kemudian menyampaikan informasi yang kita peroleh kepada masyarakat," ujar Andi Tenri Indah dalam keterangannya ke media, Minggu 27 September 2026.
Ia menilai keluarga perlu memiliki pemahaman dasar mengenai tindakan yang harus dilakukan ketika bencana terjadi. Kesiapan tersebut dinilai dapat membantu masyarakat mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi situasi darurat.
Edukasi kebencanaan, kata dia, juga tidak boleh hanya menyasar orang dewasa. Anak-anak perlu dibekali pemahaman sederhana mengenai cara menyelamatkan diri dan lokasi yang harus dituju saat terjadi bencana.
"Kita tidak hanya ingin memberikan pelatihan kepada orang dewasa, tetapi juga memastikan keluarga, terutama anak-anak, memahami langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi bencana," jelasnya.
Selain kesiapsiagaan bencana, Andi Tenri Indah mengaitkan persoalan tersebut dengan kondisi lingkungan. Menurutnya, lingkungan yang tidak terawat dapat memperbesar persoalan yang dihadapi masyarakat, sehingga kebiasaan hidup bersih dan sehat harus kembali diperkuat.
Ia pun mengajak masyarakat menghidupkan kembali perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), terutama dalam pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.
"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kita semua harus memiliki rasa peduli terhadap kebersihan lingkungan masing-masing," katanya.
Ia berharap kepedulian terhadap kebersihan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari. Masyarakat juga diminta mengambil peran dengan membuang sampah pada tempatnya serta menjaga lingkungan sekitar.
Sementara itu, Ketua Pokja IV TP PKK Kabupaten Gowa, Jasmin, mengatakan bimtek tersebut merupakan agenda perdana Pokja IV dari lima kegiatan yang direncanakan sepanjang 2026.
Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas kader PKK agar mampu menghadapi kondisi kebencanaan tanpa panik sekaligus mengetahui langkah yang dapat dilakukan ketika bencana terjadi di wilayahnya.
"Kegiatan ini diharapkan semua teman-teman pengurus PKK se-Kecamatan yang ada di Kabupaten Gowa ketika mendapatkan atau menghadapi situasi yang berhubungan dengan kebencanaan tidak panik, tidak bingung dan bisa berbuat sesuatu ketika terjadi bencana di wilayah masing-masing," ujar Jasmin.
Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh para peserta nantinya juga menjadi bagian dari evaluasi dalam pelaksanaan Supervisi, Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan (SMEP) di tingkat kecamatan.
Andi Tenri Indah Perkuat Gerakan PKK Gowa, Keluarga Didorong Lebih Siaga Hadapi Bencana

Komentar
Nama Pengguna: Komentar...