LOSARIPOST.com – Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mencatat penurunan angka kemiskinan pada 2026. Tingkat kemiskinan yang sebelumnya berada di angka 4,91 persen pada 2025 kini turun menjadi 4,65 persen.
Capaian tersebut menempatkan Sidrap sebagai kabupaten dengan tingkat kemiskinan terendah di Sulawesi Selatan. Jika dibandingkan dengan seluruh kabupaten dan kota di provinsi ini, Sidrap berada di urutan ketiga setelah Kota Makassar dan Kota Parepare.
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyambut positif penurunan tersebut. Ia menyebut capaian itu merupakan hasil kerja bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendorong peningkatan kesejahteraan.
“Alhamdulillah, capaian ini merupakan hasil kerja keras bersama seluruh jajaran pemerintah daerah dan dukungan masyarakat Sidrap,” ujar Syaharuddin.
Menurutnya, penurunan angka kemiskinan menjadi salah satu indikator perkembangan pembangunan daerah. Namun, capaian tersebut perlu diikuti dengan upaya berkelanjutan agar pertumbuhan ekonomi benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Sidrap, kata dia, masih memiliki pekerjaan untuk memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas, terutama oleh masyarakat yang membutuhkan dukungan ekonomi.
Untuk menjaga tren penurunan kemiskinan, Pemkab Sidrap akan terus mendorong program pemberdayaan ekonomi masyarakat, memperkuat sektor pertanian, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Penguatan sektor pertanian menjadi salah satu perhatian mengingat sektor tersebut berperan dalam aktivitas ekonomi masyarakat Sidrap. Melalui berbagai program pembangunan, pemerintah daerah berupaya memperluas kesempatan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Upaya tersebut juga diarahkan untuk mendukung Trilogi Pembangunan yang menjadi perhatian pemerintah daerah, yakni pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan, dan pengurangan pengangguran.
Syaharuddin berharap, capaian penurunan kemiskinan dapat dipertahankan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya dilihat dari penurunan angka kemiskinan, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi dan memperluas manfaatnya bagi masyarakat.
### Menunggu Rekonsiliasi Data Pengangguran
Selain mencermati perkembangan kemiskinan, Pemkab Sidrap masih menantikan hasil rekonsiliasi data angka pengangguran.
Data tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran lebih lengkap mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap program pembangunan yang telah berjalan.
Pemerintah daerah berharap perkembangan angka pengangguran dapat sejalan dengan penurunan kemiskinan. Dengan demikian, upaya peningkatan kesejahteraan tidak hanya tercermin dari berkurangnya jumlah penduduk miskin, tetapi juga dari membaiknya kesempatan masyarakat untuk memperoleh pekerjaan dan pendapatan.
Pemkab Sidrap berkomitmen melanjutkan berbagai program pembangunan dengan melibatkan seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat.
Penurunan tingkat kemiskinan dari 4,91 persen menjadi 4,65 persen menjadi capaian yang akan dijadikan pijakan untuk memperkuat program pembangunan berikutnya, dengan tetap memperhatikan tantangan ekonomi dan kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah Sidrap.
Angka Kemiskinan Turun Jadi 4,65 Persen, Sidrap Terendah di Sulawesi Selatan

Komentar
Nama Pengguna: Komentar...