DPRD Makassar Minta PDAM Siaga Hadapi El Nino, Krisis Air Bersih Jangan Terulang

DPRD Makassar Minta PDAM Siaga Hadapi El Nino, Krisis Air Bersih Jangan Terulang
Istimewa

LOSARIPOST.com – Ancaman musim kemarau yang dipicu fenomena El Nino hingga beberapa bulan ke depan mendapat perhatian DPRD Kota Makassar.

Komisi B mengingatkan Perumda Air Minum (PDAM) Makassar untuk memperkuat langkah antisipasi agar masyarakat tidak kembali mengalami krisis air bersih, terutama di wilayah utara dan timur kota.

Anggota Komisi B DPRD Makassar, Basdir, mengatakan persoalan distribusi air bersih di kawasan tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun dan hingga kini belum terselesaikan secara menyeluruh.

"Persoalan air di utara kota dan timur kota itu sudah berlangsung sangat lama, bahkan lebih dari 10 tahun. Sampai hari ini belum ada solusi yang benar-benar permanen," ujar Basdir di gedung sementara DPRD Kota Makassar, Jalan Letjen Hertasning, **Rabu, 15 Juli 2026**.

Menurutnya, upaya PDAM mengoperasikan sejumlah pompa dalam beberapa waktu terakhir patut diapresiasi karena mulai meningkatkan pasokan air di sebagian wilayah. Namun, ia menilai kondisi tersebut belum cukup karena masih ada kawasan yang belum menikmati layanan air bersih secara optimal.

"Sekarang pun masih ada beberapa titik di wilayah utara yang belum mendapatkan air sama sekali. Ada juga yang menerima suplai, tetapi debitnya masih sangat kecil. Ini harus menjadi perhatian serius PDAM," katanya.

Basdir mengingatkan kondisi tersebut berpotensi memburuk seiring prakiraan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar yang memprediksi El Nino akan berlangsung hingga Oktober 2026, dengan puncak dampaknya diperkirakan terjadi pada September.

Ia khawatir berkurangnya debit sumber air baku akan kembali mengganggu distribusi air kepada pelanggan apabila tidak diantisipasi sejak dini.

"Kalau PDAM tidak segera mengambil langkah-langkah strategis, saya khawatir kejadian kekurangan air seperti tahun-tahun sebelumnya akan terulang lagi," tegasnya.

Basdir menilai Perumda Air Minum tidak boleh hanya mengandalkan pasokan air baku dari Bendungan Lekopancing. Menurutnya, sumber air alternatif perlu disiapkan untuk menjaga kontinuitas pelayanan selama musim kemarau.

Ia mencontohkan potensi pemanfaatan aliran sungai di kawasan Manggala yang dinilai masih memiliki debit air dan dapat dioptimalkan melalui sistem pemompaan jika pasokan dari sumber utama mengalami penurunan.

"Kalau suplai dari Lekopancing berkurang, harus ada alternatif. Misalnya memanfaatkan aliran sungai di Manggala yang selama ini tidak pernah kering. Itu bisa dipompa dan diolah agar tetap menjadi sumber pasokan air," jelasnya.

Selain memastikan ketersediaan air baku, Basdir juga meminta seluruh armada mobil tangki milik PDAM disiapkan untuk menghadapi kemungkinan gangguan distribusi di wilayah terdampak.

"Mobil tangki harus dipastikan siap beroperasi kapan saja. Kalau ada daerah yang kesulitan air, distribusi bantuan harus segera dilakukan," ujarnya.

Ia mengungkapkan persoalan kesiapsiagaan menghadapi El Nino sebelumnya telah dibahas dalam rapat monitoring dan evaluasi Komisi B bersama jajaran Perumda Air Minum Makassar.

Dalam rapat tersebut, manajemen PDAM menyampaikan komitmennya mengaktifkan pompa yang tersedia serta melakukan perbaikan jaringan perpipaan untuk memperlancar distribusi air, khususnya ke wilayah utara kota.

Meski demikian, Basdir menegaskan Komisi B akan terus mengawasi realisasi komitmen tersebut di lapangan. Menurutnya, kesiapan yang disampaikan dalam rapat harus dibuktikan melalui pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Kalau nanti saat El Nino warga kembali mengalami krisis air, tentu ini akan menjadi bahan evaluasi bagi kami. Jangan sampai laporan di atas kertas terlihat baik, tetapi kenyataannya masyarakat tetap kesulitan mendapatkan air bersih," pungkasnya.

Komentar

Nama Pengguna: Komentar...