Unhas dan BAZNAS RI Bahas Penguatan Beasiswa hingga Pengelolaan Zakat di Kampus

Unhas dan BAZNAS RI Bahas Penguatan Beasiswa hingga Pengelolaan Zakat di Kampus
Istimewa

LOSARIPOST.com - Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mulai memperluas pembahasan kerja sama dari program beasiswa menuju penguatan pengelolaan zakat di lingkungan perguruan tinggi.

Pertemuan kedua pihak membahas peluang pengembangan program yang tidak hanya menyasar bantuan pendidikan, tetapi juga pemberdayaan dan pengelolaan dana zakat agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh sivitas akademika maupun masyarakat.

Kerja sama tersebut merupakan kelanjutan dari keterlibatan Unhas dalam program beasiswa yang digagas BAZNAS RI.

Sebelumnya, BAZNAS bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI membuka Program Beasiswa Palestina BAZNAS 2026 di 33 perguruan tinggi mitra.

Program tersebut diperuntukkan bagi 200 mahasiswa asal Palestina yang mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan jenjang magister atau S2. Unhas menjadi salah satu perguruan tinggi yang terlibat dalam program tersebut.

Sekretaris Universitas Hasanuddin, Prof Dr Eng H Amiruddin, mengatakan pengalaman kerja sama dalam bidang pendidikan menjadi pijakan untuk memperluas kolaborasi dengan BAZNAS.

Menurutnya, beasiswa dapat menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang lebih luas, terutama dalam program pemberdayaan yang memberikan manfaat berkelanjutan.

“Diharapkan kerja sama ini dapat berlanjut, bukan hanya beasiswa, tetapi juga pada pengembangan program pemberdayaan lainnya,” ujar Amiruddin, Jumat 25 September 2026.

Salah satu gagasan yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah pengembangan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan Unhas.

Keberadaan UPZ di perguruan tinggi dinilai dapat menjadi sarana untuk menghimpun dan mengelola potensi zakat dari sivitas akademika secara lebih terarah. Dana yang terkumpul nantinya dapat disalurkan melalui program yang sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan dan Pemberdayaan, H Idy Muzayyad SHI MSi, mengatakan pengembangan kerja sama dengan perguruan tinggi menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem zakat yang lebih berkelanjutan.

Menurut Idy, kampus memiliki potensi besar dalam pengumpulan zakat karena terdapat komunitas akademik yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, serta unsur sivitas akademika lainnya.

Karena itu, pembentukan UPZ di perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti pada aktivitas penghimpunan dana, tetapi dapat diikuti dengan pengembangan berbagai program pemberdayaan.

“Kerja sama dengan Unhas kami harapkan berkembang menuju ekosistem pengelolaan zakat yang lebih luas, sehingga dapat mempertemukan potensi zakat dari sivitas akademika dengan kebutuhan penerima manfaat melalui program yang terencana dan berkelanjutan,” kata Idy.

Pengembangan UPZ di perguruan tinggi tersebut juga disebut sejalan dengan arahan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof Brian Yuliarto. Perguruan tinggi didorong untuk mengoptimalkan potensi zakat yang ada di masing-masing institusi melalui pengelolaan yang terstruktur.

Bagi Unhas dan BAZNAS, pengembangan kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas manfaat kolaborasi.

Jika sebelumnya kerja sama lebih terlihat melalui pemberian beasiswa, ke depan program dapat diarahkan pada pemberdayaan penerima manfaat sekaligus penguatan tata kelola zakat di lingkungan kampus.

Kolaborasi tersebut juga membuka peluang bagi perguruan tinggi untuk ikut berperan dalam mempertemukan potensi sumber daya yang dimiliki sivitas akademika dengan kebutuhan masyarakat yang membutuhkan dukungan.

Dengan pengelolaan yang terencana, dana zakat diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai bantuan sesaat, tetapi dapat diarahkan untuk mendukung pendidikan dan program pemberdayaan yang memberikan dampak dalam jangka lebih panjang.

Komentar

Nama Pengguna: Komentar...