Pesan Prof Batara Surya: Alumni Unibos Harus Bawa Solusi, Bukan Masalah

Pesan Prof Batara Surya: Alumni Unibos Harus Bawa Solusi, Bukan Masalah
Prof Batara menegaskan, gelar akademik merupakan modal awal untuk menerapkan ilmu pengetahuan secara nyata. Foto/LP

LOSARIPOST.com, MAKASSAR — Universitas Bosowa (Unibos) mewisuda sebanyak 1.391 lulusan dari program sarjana, politeknik, dan pascasarjana dalam wisuda periode Oktober 2026. 

Prosesi wisuda berlangsung di Gedung Balai Sidang 45 Makassar, Senin 19 Oktober 2026.

Rektor Universitas Bosowa, Prof Batara Surya, mengatakan wisuda bukanlah akhir dari perjalanan intelektual, melainkan gerbang awal bagi para lulusan untuk mengabdikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat.

Ia menilai, tantangan setelah lulus perguruan tinggi semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan dunia kerja. Karena itu, para alumni dituntut terus belajar, menjaga integritas, serta mampu memberikan manfaat di lingkungan masing-masing.

“Wisuda bukanlah sebuah garis finish atau titik akhir dari perjalanan intelektual Anda. Sebaliknya, wisuda adalah sebuah gerbang pembuka menuju medan pengabdian yang jauh lebih luas, dinamis, dan penuh tantangan,” kata Prof Batara dalam sambutannya.

Menurutnya, ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah perlu terus diperbarui agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Kemampuan beradaptasi menjadi salah satu bekal penting bagi lulusan untuk menghadapi perubahan di berbagai sektor.

Prof Batara juga menyoroti kebutuhan Indonesia untuk melakukan transformasi ekonomi, dari yang selama ini bertumpu pada sumber daya alam menuju ekonomi berbasis inovasi dan industri.

Dalam menghadapi perubahan tersebut, lulusan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya mengandalkan ijazah, tetapi juga memiliki karakter kuat, kemampuan berpikir kritis, keberanian menghadapi kegagalan, serta keterampilan berkolaborasi.

“Kemajuan bangsa membutuhkan lompatan besar di mana Indonesia harus beralih dari ekonomi berbasis sumber daya alam ke ekonomi berbasis inovasi dan industri,” ujarnya.

Prof Batara menegaskan, gelar akademik merupakan modal awal untuk menerapkan ilmu pengetahuan secara nyata. Para lulusan diharapkan mampu menghasilkan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan.

Dalam kesempatan tersebut, Prof Batara menitipkan tiga pesan kepada para wisudawan sebagai bekal memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.

Pesan pertama adalah tidak berhenti belajar. Menurutnya, salah satu bekal penting yang diperoleh mahasiswa selama menempuh pendidikan tinggi bukan sekadar teori atau nilai akademik, melainkan kebiasaan untuk terus mengembangkan pengetahuan.

“Jadikan rasa ingin tahu sebagai kompas Anda. Siapa pun yang berhenti belajar, ia akan tertinggal oleh zaman,” tuturnya.

Pesan kedua, menjaga integritas dalam setiap pilihan. Ia mengingatkan para lulusan agar tidak mengorbankan kejujuran demi mendapatkan keuntungan atau mencapai tujuan melalui jalan pintas.

Prof Batara menilai, reputasi yang dibangun dalam waktu lama dapat rusak akibat satu keputusan yang keliru. Karena itu, ia meminta alumni tetap berpegang pada prinsip kejujuran meskipun harus menghadapi pilihan yang sulit.

“Pilihlah selalu jalan yang benar, meskipun itu terasa sulit,” tegasnya.

Pesan ketiga, memberikan manfaat di mana pun berada. Menurut Prof Batara, kontribusi kepada masyarakat tidak harus menunggu seseorang menduduki jabatan tinggi atau mencapai posisi tertentu.

Pengabdian, kata dia, dapat dimulai melalui tindakan sederhana, seperti bekerja secara jujur, menjalankan profesi dengan penuh tanggung jawab, serta menjadi bagian dari keluarga dan masyarakat yang mampu menghadirkan solusi.

“Pengabdian bisa dimulai dari hal-hal sederhana, menjadi pekerja yang jujur, profesional yang amanah, atau anggota keluarga dan masyarakat yang membawa solusi dan bukan masalah,” katanya.

Batara turut menyampaikan apresiasi kepada orang tua dan keluarga wisudawan yang telah mendukung perjalanan pendidikan para lulusan hingga berhasil menyelesaikan studi.

Ia menyebut keberhasilan mahasiswa tidak terlepas dari doa, pengorbanan, dan dukungan keluarga, serta dedikasi dosen dan tenaga kependidikan selama proses pembelajaran.

“Kami menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya. Terima kasih atas kepercayaan Anda telah menitipkan putra-putri untuk dididik di kampus Universitas Bosowa,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi seluruh dosen dan tenaga kependidikan yang telah mendampingi mahasiswa hingga menyelesaikan pendidikan.

Wisuda periode Oktober 2026 ini menjadi momentum bagi para lulusan Unibos untuk memasuki tahapan baru dalam perjalanan mereka. Dengan bekal ilmu, karakter, dan integritas, para alumni diharapkan mampu beradaptasi dengan perubahan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Komentar

Nama Pengguna: Komentar...