PELNI Perkuat Budaya Keselamatan Pelayaran, Akurasi Manifest Jadi Perhatian

PELNI Perkuat Budaya Keselamatan Pelayaran, Akurasi Manifest Jadi Perhatian
Istimewa

LOSARIPOST.com - PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) memperkuat budaya keselamatan di seluruh armadanya melalui program Fleet Safety Excellence Award 2026.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan penerapan standar keselamatan sekaligus memberikan apresiasi kepada kapal dan awak kapal yang konsisten menjalankan prosedur keselamatan dalam aktivitas pelayaran.

Fleet Safety Excellence Award 2026 melibatkan seluruh armada PELNI, baik kapal penumpang, kapal perintis, kapal barang, kapal ternak maupun kapal rede.

Penilaian dalam program ini mencakup sejumlah aspek, mulai dari kesiapan menghadapi kondisi darurat, pelaksanaan safety drill, kepemimpinan keselamatan hingga pelaporan potensi bahaya dan kejadian nyaris celaka atau near miss.

Sekretaris Perusahaan PELNI Ditto Pappilanda mengatakan keselamatan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari operasional perusahaan.

Karena itu, penerapan budaya keselamatan harus menjadi tanggung jawab seluruh awak kapal dan dilakukan secara konsisten.

“Keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan operasional PELNI. Melalui Fleet Safety Excellence Award, kami ingin membangun kesadaran bahwa keselamatan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi menjadi komitmen bersama seluruh awak kapal untuk memastikan pelayaran berjalan aman dan andal,” ujar Ditto.

Program tersebut mencakup 26 kapal penumpang, 30 kapal perintis, sembilan kapal barang, satu kapal ternak dan 17 kapal rede yang dioperasikan PELNI.

Penilaian tidak hanya melihat kondisi kapal sebagai unit operasional, tetapi juga melibatkan Nakhoda, perwira dan seluruh awak kapal yang menjalankan fungsi keselamatan di atas kapal.

Nakhoda memiliki tanggung jawab tertinggi dalam memastikan penerapan keselamatan pelayaran serta pelaksanaan International Safety Management (ISM) Code.

Sementara perwira dan awak kapal menjalankan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing, termasuk mengantisipasi risiko, menangani kondisi darurat dan melaporkan potensi bahaya yang ditemukan selama bekerja.

Kesiapan menghadapi keadaan darurat menjadi salah satu perhatian dalam program tersebut.

Pelaksanaan emergency response dan safety drill dilakukan untuk memastikan setiap awak kapal memahami peran masing-masing ketika menghadapi situasi seperti kebakaran, keadaan darurat maupun proses evakuasi penumpang.

Dengan latihan yang dilakukan secara berkala, respons awak kapal diharapkan dapat berlangsung cepat dan terkoordinasi.

Dalam Fleet Safety Excellence Award 2026, PELNI memberikan apresiasi melalui empat kategori, yakni Emergency Response & Safety Drill Excellence, Safety Leadership Recognition, Best Hazard Reporting Excellence dan The Best Fleet Safety Award.

Ditto mengatakan program tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk mencari kapal dengan capaian keselamatan terbaik. Lebih jauh, PELNI ingin menjadikan keselamatan sebagai kebiasaan yang melekat dalam setiap pekerjaan awak kapal.

“Yang kami harapkan bukan hanya munculnya kapal-kapal dengan kinerja keselamatan yang baik, tetapi terbentuknya kebiasaan dan budaya keselamatan yang diterapkan secara konsisten di seluruh armada. Dengan begitu, upaya pencegahan risiko dapat menjadi bagian dari setiap proses kerja di atas kapal,” katanya.

Di Makassar, penguatan keselamatan pelayaran juga dilakukan melalui pengawasan terhadap kesesuaian manifest penumpang.

Kepala Cabang PELNI Makassar Ridwan Mandaliko mengatakan ketepatan data manifest tidak sekadar berkaitan dengan administrasi, tetapi memiliki hubungan langsung dengan keselamatan orang yang berada di atas kapal.

Menurut Ridwan, jumlah penumpang yang tercatat dalam manifest harus sesuai dengan kondisi sebenarnya dan tidak boleh melampaui kapasitas kapal.

Data tersebut akan menjadi sangat penting ketika terjadi kondisi darurat karena petugas membutuhkan informasi yang akurat untuk melakukan penanganan dan evakuasi.

“Manifest adalah data yang menentukan keselamatan setiap orang di atas kapal. Jumlah penumpang harus sama dengan yang tercatat, dan tidak boleh melebihi kapasitas kapal. Dalam kondisi darurat, data yang akurat itulah yang memastikan setiap penumpang dapat ditangani dan diselamatkan,” ujar Ridwan.

Untuk menjaga akurasi data penumpang, PELNI Cabang Makassar menerapkan pemeriksaan berlapis. Proses tersebut dimulai dari pencocokan tiket dengan identitas diri, pemeriksaan melalui autogate di pelabuhan hingga pemeriksaan kembali oleh petugas ketika penumpang akan naik ke kapal.

Sebelum kapal berangkat, petugas juga melakukan sweeping untuk memastikan tidak ada penumpang tanpa tiket yang berada di atas kapal.

Apabila ditemukan penumpang yang tidak memiliki tiket, petugas akan menurunkannya atau mengarahkan untuk membeli tiket apabila kapasitas kapal masih tersedia.

Pengawasan terhadap manifest juga dilakukan melalui koordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Makassar serta PT Pelindo (Persero).

Data dari badan usaha pelabuhan, perusahaan pelayaran dan KSOP disinkronkan untuk memastikan jumlah orang yang berada di atas kapal sesuai dengan data yang telah disahkan.

Tidak hanya penumpang, seluruh orang yang berada di atas kapal, termasuk keluarga awak kapal yang ikut berlayar, wajib tercatat dalam manifest.

“Keselamatan penumpang adalah tanggung jawab bersama. Kami bersinergi dengan KSOP dan Pelindo mulai dari penumpang memasuki pelabuhan hingga kapal lepas sandar, sehingga manifest yang disahkan benar-benar sesuai dengan jumlah orang di atas kapal,” kata Ridwan.

Dari sisi kesiapan sarana, kapal-kapal PELNI juga dilengkapi berbagai peralatan keselamatan sesuai ketentuan yang berlaku.

Pada kapal penumpang secara keseluruhan terdapat 216 lifeboat dengan kapasitas 24.491 orang dan 1.468 life-raft dengan kapasitas 36.700 orang. Armada tersebut juga memiliki 70.671 life-jacket, 376 life-buoy serta 25 Marine Evacuation System atau MES.

Dengan jumlah tersebut, kapasitas lifeboat dan life-raft pada kapal penumpang PELNI mencapai 61.191 orang. Sementara pada kapal perintis tersedia 84 lifeboat berkapasitas 4.438 orang dan 600 life-raft dengan kapasitas 15.000 orang, ditambah 16.253 life-jacket dan 310 life-buoy.

Seluruh peralatan keselamatan tersebut diperiksa secara berkala oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.

PELNI juga memastikan ketersediaan alat keselamatan disesuaikan dengan kapasitas kapal, termasuk pemenuhan kapasitas alat keselamatan hingga 125 persen dari kapasitas maksimal kapal.

Ridwan menegaskan kelengkapan peralatan keselamatan harus diikuti dengan pengendalian jumlah penumpang. Menurut dia, kapasitas alat keselamatan telah dihitung berdasarkan kapasitas resmi kapal sehingga kelebihan penumpang dapat memengaruhi tingkat perlindungan yang tersedia ketika terjadi keadaan darurat.

“Alat keselamatan dihitung berdasarkan kapasitas resmi kapal. Jika penumpang melebihi manifest, perlindungan yang tersedia tidak lagi mencukupi. Itulah alasan kami bersikap tegas terhadap penumpang tanpa tiket,” tegasnya.

Selain pengawasan manifest, PELNI Cabang Makassar juga berkoordinasi dengan Nakhoda dan awak kapal penumpang, kapal perintis serta kapal tol laut yang singgah di Pelabuhan Makassar untuk menjalankan latihan keadaan darurat secara berkala. Latihan mencakup penanganan keadaan darurat, pemadaman kebakaran hingga pertolongan dan evakuasi penumpang.

Ridwan mengatakan keberadaan peralatan keselamatan harus dibarengi dengan kemampuan awak kapal dalam menjalankan prosedur ketika keadaan darurat terjadi.

“Keselamatan tidak cukup dijamin dengan peralatan. Awak kapal harus terlatih dan tahu persis perannya ketika terjadi keadaan darurat. Karena itu kami mendorong setiap kapal yang singgah di Makassar untuk rutin melaksanakan drill, sehingga respons awak kapal cepat, terkoordinasi, dan penumpang dapat dievakuasi dengan aman,” ujarnya.

Upaya tersebut sejalan dengan semangat Fleet Safety Excellence Award 2026 yang menempatkan kesiapan awak kapal sebagai salah satu unsur penting dalam membangun budaya keselamatan di lingkungan PELNI.

PELNI Cabang Makassar mengimbau masyarakat yang menggunakan layanan kapal PELNI untuk membeli tiket melalui kanal resmi, membawa identitas yang sesuai dengan data pada tiket, datang lebih awal ke pelabuhan serta mematuhi arahan petugas selama proses keberangkatan dan perjalanan.

Melalui penguatan budaya keselamatan, pengawasan manifest, kesiapan peralatan serta latihan rutin awak kapal, PELNI berupaya memastikan aspek keselamatan menjadi bagian dari seluruh proses operasional pelayaran, mulai dari penumpang memasuki pelabuhan hingga kapal tiba di tujuan.

Komentar

Nama Pengguna: Komentar...