LOSARIPOST.com — Universitas Bosowa (Unibos) memasuki usia ke-40. Empat dekade perjalanan tersebut ditandai melalui Rapat Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-40 Universitas Bosowa Tahun 2026 di Gedung Balai Sidang “45” Universitas Bosowa, Selasa 6 Oktober 2026.
Rangkaian Dies Natalis tersebut menjadi momentum bagi Unibos untuk merefleksikan perjalanan empat dekade sekaligus meneguhkan arah pengembangan institusi menghadapi tantangan pendidikan dan kebutuhan sumber daya manusia di masa depan.
Rapat Senat diawali dengan pembukaan oleh Ketua Senat Universitas Bosowa dan pembacaan doa oleh Dr. Khumaidi Ali. Agenda kemudian dilanjutkan dengan sambutan Rektor Universitas Bosowa Prof. Dr Batara Surya serta Ketua Badan Pengurus Harian Yayasan Aksa Mahmud, Asrul Hidayat.
Dalam sambutannya, Batara Surya mengatakan usia 40 tahun merupakan perjalanan panjang yang dibangun melalui dedikasi, kerja keras dan kontribusi berbagai pihak.
“Usia 40 tahun bukanlah waktu yang singkat. Angka ini menandai sebuah perjalanan panjang penuh dedikasi, kerja keras, dan prestasi. Dari tahun ke tahun, kampus kita terus tumbuh menjadi pusat ilmu pengetahuan, inovasi, dan pencetak generasi muda yang siap membangun bangsa dan negara,” ujar Batara.
Menurutnya, perkembangan Unibos tidak terlepas dari kerja bersama seluruh sivitas akademika, alumni dan mitra yang selama ini memberikan dukungan terhadap pengembangan universitas.
“Semua pencapaian ini tentu tidak lepas dari kerja sama yang baik dari seluruh civitas akademika serta dukungan para alumni dan mitra kerja kita,” katanya.
Batara pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam perjalanan Universitas Bosowa hingga memasuki usia empat dekade.
“Oleh karena itu, pada kesempatan ini, saya menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah memajukan Universitas Bosowa,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua BPH Yayasan Aksa Mahmud, Asrul Hidayat, menegaskan perjalanan empat dekade Unibos harus diikuti dengan transformasi yang berkelanjutan.
Menurut Asrul, Bosowa Education akan terus melakukan pengembangan, terutama dalam menyiapkan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.
“Bosowa Education ke depannya terus bertransformasi dalam rangka memajukan SDM, terkhusus bidang pendidikan,” kata Asrul.
Agenda Dies Natalis ke-40 juga diisi dengan dua orasi ilmiah yang mengangkat isu lingkungan dan kesehatan. Dua tema tersebut menunjukkan perhatian akademik Unibos terhadap persoalan yang memiliki keterkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Orasi ilmiah pertama disampaikan Dekan Fakultas Hukum Universitas Bosowa, Prof. Dr. Yulia A. Hasan, dengan tema “Perlindungan Lingkungan Wisata Pesisir dari Sampah Plastik”.
Dalam orasinya, Yulia menyoroti persoalan sampah plastik di kawasan pesisir dari perspektif perlindungan lingkungan dan hukum. Menurutnya, hak masyarakat untuk memperoleh lingkungan yang sehat harus didukung pelayanan serta penegakan hukum yang nyata.
Pengelolaan kawasan pesisir, khususnya wilayah wisata, dinilai perlu terus dievaluasi agar aktivitas ekonomi dan pariwisata dapat berjalan tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan.
Tema tersebut dinilai relevan dengan posisi Unibos yang berada di kawasan Indonesia Timur dengan karakter wilayah yang memiliki kekayaan pesisir dan laut sekaligus menghadapi tantangan pengelolaan lingkungan.
Orasi ilmiah kedua disampaikan Ketua Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Bosowa, dr. Irma Rahayu, M.Biomed., Sp.P. Ia mengangkat tema “Menjaga Napas, Menguatkan Indonesia: Transformasi Kesehatan Paru untuk Masa Depan Bangsa”.
Melalui tema tersebut, kesehatan paru ditempatkan sebagai salah satu aspek penting dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia. Kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kondisi individu, tetapi juga berpengaruh terhadap produktivitas dan kualitas hidup masyarakat.
Selain agenda akademik, Dies Natalis ke-40 Unibos juga menjadi momentum penghargaan bagi dosen dan tenaga kependidikan purnabakti yang telah memberikan pengabdian selama menjadi bagian dari Universitas Bosowa.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi para purnabakti sekaligus pengingat bahwa perjalanan sebuah institusi pendidikan dibangun secara lintas generasi.
Rapat Senat Terbuka kemudian ditutup oleh Ketua Senat Universitas Bosowa. Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Yayasan Aksa Mahmud, antara lain Ketua BPH Asrul Hidayat, Sekretaris Yayasan Baharuddin Rahim, Head of HR & GA Darmawan Dahlan, Head of Finance & Accounting Asriani, Head of Marketing & Communication Andi Erwin Nuryadin, Ketua BPH Politeknik Bosowa H. Muslim Salam, serta Kepala/Koordinator Bosowa Peduli Hafit Timor.
Dari jajaran Universitas Bosowa hadir Rektor Prof. Dr. Ir. Batara Surya, S.T., M.Si., Wakil Rektor I Dr. Sutia Budi, S.Pi., M.Si., Wakil Rektor II Dr. Muh. Kafrawi Yunus, S.E., M.M., Wakil Rektor III Prof. Dr. Ir. H. Nasrullah, S.T., M.T., IAI, Sekretaris Universitas Prof. Dr. Ir. Hadijah Mahyuddin, serta jajaran direktorat dan sivitas akademika Universitas Bosowa.
Memasuki usia 40 tahun, Universitas Bosowa tidak hanya melihat perjalanan yang telah dilalui. Momentum tersebut sekaligus menjadi penanda untuk memperkuat transformasi pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Komentar
Nama Pengguna: Komentar...