LOSARIPOST.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan fenomena El Nino masih akan memengaruhi Kota Makassar hingga Oktober 2026.
Kondisi tersebut berpotensi memperpanjang musim kemarau dan meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah wilayah.
Kepala Balai Besar BMKG Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, mengatakan dampak El Nino diperkirakan berlangsung selama sekitar empat bulan di Sulawesi Selatan, termasuk Kota Makassar. Oleh karena itu, pemerintah daerah bersama masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi berkurangnya curah hujan.
"Menurut prediksi BMKG, El Nino di wilayah Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar, diperkirakan berlangsung hingga Oktober. Jadi periode keringnya menjadi lebih panjang, sekitar empat bulan," ujar Nasrol di Balai Kota Makassar, Selasa, 14 Juli 2026.
Ia menjelaskan, periode yang paling rawan terjadi kekeringan diperkirakan berlangsung mulai Juli hingga September. Pada rentang waktu tersebut, curah hujan diprediksi berada pada tingkat yang rendah sehingga berpotensi memengaruhi ketersediaan air.
"Antisipasi terhadap potensi kekeringan perlu dilakukan mulai Juli sampai September," katanya.
Memasuki Oktober, kondisi cuaca diperkirakan mulai berubah. Bulan Oktober hingga November akan menjadi masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan.
"Pada Oktober dan November akan memasuki masa transisi, kemudian mulai November diperkirakan hujan sudah mulai turun," jelas Nasrol.
BMKG mengingatkan, kemarau yang berlangsung lebih lama dapat berdampak pada berbagai sektor, mulai dari ketersediaan air bersih, pertanian, hingga meningkatnya potensi kebakaran lahan. Karena itu, langkah antisipasi sejak dini dinilai penting agar dampak El Nino dapat diminimalkan.
Dengan prakiraan tersebut, masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak dan tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca yang disampaikan BMKG sebagai acuan dalam menghadapi musim kemarau hingga memasuki awal musim hujan pada November 2026.

Komentar
Nama Pengguna: Komentar...