Akademisi Indonesia–Tiongkok Bertemu di Unhas Bahas Masa Depan Pengelolaan Laut

Akademisi Indonesia–Tiongkok Bertemu di Unhas Bahas Masa Depan Pengelolaan Laut
Istimewa

LOSARIPOST.com - Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkuat perannya dalam pengembangan riset dan inovasi kelautan melalui kerja sama internasional bersama perguruan tinggi di Tiongkok. 

Langkah tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan program pelatihan dan pengembangan kapasitas di bidang teknologi marine ranching yang berlangsung di Kampus Tamalanrea, Makassar, Selasa 23 Juni 2026.

Kegiatan bertajuk Talent Cultivation and Technical Personnel Training Course: China–Indonesia Marine Ranching Technology itu menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, peneliti, mahasiswa, dan tenaga profesional dari Indonesia dan Tiongkok untuk bertukar pengalaman serta memperluas pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan sumber daya laut.

Program yang digelar Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Unhas tersebut bekerja sama dengan Shanghai Ocean University dan Guangdong Ocean University.

Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi dan Alumni FIKP Unhas, Prof. Mukti Zainuddin, mengatakan pengembangan teknologi marine ranching menjadi salah satu pendekatan yang relevan dalam menjawab tantangan pengelolaan sumber daya laut saat ini.

Menurutnya, tekanan terhadap kawasan pesisir, perubahan iklim, serta meningkatnya kebutuhan terhadap sistem pengelolaan berbasis data dan teknologi menuntut lahirnya pendekatan yang lebih adaptif.

“Melalui program ini peserta mendapatkan pengalaman dan wawasan mengenai teknologi yang dapat mendukung pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara institusi pendidikan tinggi dalam pengembangan riset kelautan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Dari pihak mitra internasional, Vice President Shanghai Ocean University, Prof. Weijie Ni, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin bersama Unhas.

Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya menghadirkan pertukaran ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi peluang untuk membangun inovasi bersama yang dapat memberikan manfaat lebih luas di sektor kelautan.

“Kami berharap kolaborasi ini terus berkembang dan menghasilkan penguatan kapasitas serta inovasi yang berdampak bagi pengelolaan sumber daya laut di masa depan,” katanya.

Mewakili Rektor Unhas, Direktur Kemitraan Ansariadi menilai kegiatan internasional semacam ini memberi nilai tambah bagi mahasiswa dan sivitas akademika dalam memperluas pengalaman belajar.

Ia menyebut keterlibatan mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan diharapkan mampu memperkaya perspektif akademik sekaligus membuka akses terhadap peluang pendidikan dan jejaring global.

“Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga pengalaman internasional yang penting untuk pengembangan kompetensi mereka,” ujar Ansariadi.

Selama pelatihan, peserta memperoleh materi yang disampaikan sejumlah akademisi dari Tiongkok, antara lain Dr. Shike Gao dari Shanghai Ocean University, Dr. Ning Chen dari Guangdong Ocean University, serta Shuxia Jiang dari Shanghai Ocean University.

Topik yang dibahas mencakup penilaian kondisi lingkungan laut (environmental assessment), strategi tata kelola kawasan marine ranching, hingga pemanfaatan teknologi modern untuk mendukung pemantauan dan pengelolaan sumber daya laut berbasis data.

Komentar

Nama Pengguna: Komentar...