Mahasiswa Unismuh Makassar Masuk Program Kepemimpinan Nasional Bidang Transportasi Berkelanjutan

Mahasiswa Unismuh Makassar Masuk Program Kepemimpinan Nasional Bidang Transportasi Berkelanjutan
Kampus Unismuh Makassar. Foto/LP

LOSARIPOST.com - Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar), Arfan Fadillah, berhasil lolos sebagai peserta program nasional Future Leaders in Sustainable Transport (FIRST), sebuah program pengembangan kepemimpinan yang berfokus pada transportasi berkelanjutan dan rendah emisi.

Program tersebut resmi dibuka di Hotel Mercure Sabang, Jakarta, pada Senin, 19 Januari 2026.

FIRST hadir sebagai ruang pembelajaran bagi generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia untuk memperkuat pemahaman sekaligus mendorong keterlibatan aktif dalam transformasi sektor transportasi yang lebih ramah lingkungan. 

Dari ratusan pendaftar yang mengikuti seleksi nasional, hanya 39 mahasiswa yang berhasil terpilih, dengan peserta berasal dari sejumlah kota seperti Medan, Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya, hingga Makassar.

Program ini dirancang untuk membentuk calon pemimpin muda yang mampu merespons tantangan perubahan iklim melalui gagasan yang inovatif dan aksi nyata. 

Para peserta tidak hanya dibekali materi, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan solusi yang dapat diterapkan di lingkungan masing-masing.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Kepala Pusat Pengelolaan Transportasi Berkelanjutan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Tatan Rustandi. 

Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mendukung agenda dekarbonisasi sektor transportasi nasional.

“Generasi muda memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan dan dekarbonisasi sektor transportasi,” ujar Tatan Rustandi.

Ia menambahkan bahwa persoalan perubahan iklim menuntut hadirnya pemimpin muda yang tidak hanya memahami isu, tetapi juga mampu menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Melalui program seperti FIRST, kami berharap lahir pemimpin-pemimpin muda yang mampu menghadirkan aksi nyata dan solusi inovatif di lapangan,” katanya.

Selama program berlangsung, peserta akan mengikuti rangkaian bootcamp, pelatihan intensif, serta sesi pendampingan bersama mentor dan praktisi yang berpengalaman di bidang transportasi dan lingkungan. 

Dalam proses tersebut, peserta didorong untuk mengembangkan, menguji, dan menerapkan ide-ide yang berkaitan dengan upaya pengurangan emisi di sektor transportasi.

Arfan Fadillah menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang ia peroleh melalui program nasional tersebut. Menurutnya, FIRST menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus berkontribusi secara langsung.

“Saya melihat FIRST sebagai ruang belajar sekaligus ruang aksi,” ujar Arfan.

Ia menilai program ini tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga menantang peserta untuk menghadirkan solusi yang relevan dan berdampak bagi masyarakat.

“Program ini tidak hanya membahas konsep transportasi rendah emisi, tetapi juga mendorong kami menghadirkan solusi yang kontekstual dan berdampak bagi masyarakat,” tuturnya.

Sebagai mahasiswa Ilmu Pemerintahan, Arfan menegaskan bahwa pembangunan transportasi berkelanjutan tidak bisa dilepaskan dari kebijakan publik, partisipasi masyarakat, dan inovasi yang lahir dari tingkat lokal.

“Isu transportasi berkelanjutan tidak bisa dilepaskan dari kebijakan publik dan peran masyarakat,” kata Arfan.

Selain memperkuat kapasitas peserta, program FIRST juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai mitra strategis. Program ini didukung oleh sejumlah lembaga nasional dan internasional, di antaranya UK PACT, World Resources Institute (WRI) Indonesia, IREEM, dan British Embassy Jakarta.

Peserta yang menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan akan memperoleh sertifikat resmi sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam mendukung agenda transportasi berkelanjutan di Indonesia.

Komentar

Nama Pengguna: Komentar...