Wisuda Tahfidz RHIS Digelar Gratis, Wali Murid Apresiasi Komitmen Yayasan Tidak Bebani Orang Tua

Wisuda Tahfidz RHIS Digelar Gratis, Wali Murid Apresiasi Komitmen Yayasan Tidak Bebani Orang Tua
Istimewa

LOSARIPOST.com – Pelaksanaan Wisuda Tahfidz Al-Qur'an Ranu Harapan Islamic School (RHIS) Tahun 2026 mendapat apresiasi dari para orang tua siswa.

Selain berlangsung meriah di Sandeq Ballroom Hotel Claro Makassar, kegiatan tersebut juga digelar tanpa memungut biaya dari peserta maupun orang tua.

Salah seorang wali murid, Arfiani, ibu dari Adzkiatunnisa, siswi kelas VI RHIS, mengaku terharu melihat putrinya mengikuti prosesi wisuda. Menurutnya, kebahagiaan itu semakin lengkap karena seluruh rangkaian kegiatan dapat diikuti tanpa adanya pungutan biaya.

"Ini pertama kalinya anak saya mengikuti wisuda. Yang membuat kami bersyukur, yayasan menyelenggarakan wisuda yang begitu baik tanpa memungut biaya sedikit pun dari orang tua," ujar Arfianis usai kegiatan, Jumat 17 Juli 2026.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Ranu Harapan yang dinilainya tetap mampu menghadirkan pelaksanaan wisuda yang berkualitas tanpa membebani wali murid.

"Tidak ada biaya sepeser pun yang kami keluarkan untuk wisuda ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak yayasan yang sudah memberikan kesempatan kepada anak-anak merasakan momen berharga seperti ini," katanya.

Arfiani mengungkapkan, keputusannya menyekolahkan putrinya di RHIS didasari keinginan agar anak memperoleh pendidikan agama yang kuat sejak dini.

"Harapan saya sederhana, semoga anak saya tumbuh menjadi pribadi yang salehah dan menjadi jalan bagi kami sebagai orang tua untuk mendapatkan keberkahan," tuturnya.

Selama menempuh pendidikan di RHIS, Adzkiatunnisa telah berhasil menghafal dua juz Al-Qur'an, yakni juz 29 dan juz 30. Saat ini, ia tengah melanjutkan hafalan menuju juz 28.

Menurut Arfiani, capaian tersebut tidak terlepas dari peran para guru yang dinilai memiliki dedikasi tinggi dalam mendampingi peserta didik.

"Guru-gurunya sangat perhatian kepada anak-anak. Mereka juga menanamkan kedisiplinan, mulai dari cara berpakaian hingga kebiasaan sehari-hari di sekolah," ujarnya.

Ia menambahkan, perubahan yang paling dirasakan pada putrinya adalah meningkatnya kedisiplinan dalam menjalankan ibadah dan aktivitas harian.

"Sekarang dia lebih disiplin bangun pagi dan salatnya juga tidak pernah ditinggalkan. Itu yang paling kami syukuri sebagai orang tua," katanya.

Selain kualitas pendidikan, Arfiani menilai RHIS memiliki kepedulian terhadap kondisi ekonomi orang tua. Menurutnya, berbagai kegiatan sekolah dilaksanakan tanpa membebankan biaya tambahan kepada wali murid.

"Itu menjadi salah satu keunggulan Ranu Harapan. Biaya pendidikannya terjangkau dan sekolah juga tidak membebani orang tua dengan pungutan setiap ada kegiatan. Kami sangat mengapresiasi komitmen tersebut," tutupnya.

Komentar

Nama Pengguna: Komentar...