LOSARIPOST.com - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin atau Appi menekankan pentingnya menghadirkan dai yang memiliki kapasitas keilmuan, integritas, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman untuk menjawab tantangan kehidupan masyarakat modern.
Menurutnya, keberadaan dai yang kompeten menjadi salah satu faktor penting dalam pembinaan umat sekaligus penguatan kehidupan sosial keagamaan di tengah masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Appi saat menghadiri pelantikan pengurus Ikatan Da'i Sulawesi Selatan (IKDA Sulsel) Cabang Makassar yang mengangkat tema “Membangun Kemandirian Dakwah di Era Modern” di Whiz Prime Hotel Hasanuddin Makassar, Minggu 21 Juni 2026.
Appi menyebut peran dai tidak hanya terbatas sebagai penyampai ajaran agama, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan masyarakat melalui pembinaan moral dan pendidikan umat.
"Kehadiran Da'i di tengah masyarakat memiliki pengaruh yang sangat besar. Apa yang disampaikan seorang Da'i sering kali menyampaikan syiar kepada masyarakat dalam menyikapi berbagai persoalan kehidupan," ujar Appi.
Menurutnya, tantangan dakwah saat ini menuntut para dai memiliki kemampuan yang lebih luas dibanding sekadar kemampuan berbicara di depan publik.
Seorang dai, kata dia, perlu dibekali pemahaman agama yang kuat, metode penyampaian yang santun, serta mampu mengaitkan pesan keagamaan dengan perkembangan sosial yang terus berubah.
Appi menegaskan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat kepada para dai harus dijaga dengan kualitas keilmuan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Karena itu, ia berharap IKDA Sulsel Cabang Makassar mampu menjadi ruang pembinaan yang mendorong peningkatan kompetensi, penguatan wawasan, hingga sertifikasi profesi bagi para dai.
Ia juga menyoroti masih banyak persoalan sosial yang muncul akibat rendahnya pemahaman masyarakat terhadap berbagai isu yang berkembang. Dalam kondisi tersebut, para dai diharapkan dapat hadir tidak hanya sebagai penyampai ceramah, tetapi juga pemberi solusi.
"Melalui organisasi Da'i ini, saya berharap ada tanggung jawab bersama untuk menjaga konsistensi, kualitas, dan eksistensi para Da'i dengan terus melakukan pembaruan ilmu pengetahuan yang sesuai dengan perkembangan zaman," katanya.
Appi turut mengajak para dai memanfaatkan perkembangan teknologi digital sebagai sarana memperluas jangkauan dakwah dan memperkaya referensi keilmuan.
"Hari ini kita berada dalam era digitalisasi. Ini bukan penghalang, tetapi harus menjadi sarana para Da'i untuk meningkatkan kualitas dakwah. Gunakan teknologi untuk memperkaya sumber-sumber ilmu yang akan disampaikan kepada masyarakat," ucapnya.
Menurut Appi, dai juga memiliki fungsi sebagai figur teladan yang mampu membantu menyelesaikan persoalan sosial melalui pendekatan yang humanis dan membangun.
Ia kemudian menekankan pentingnya menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang edukasi, pembinaan sosial, hingga solusi atas persoalan umat.
"Di sinilah peran aktif para Da'i bersama imam masjid menjadi sangat penting," ujarnya.
Pemerintah Kota Makassar, lanjut Appi, membuka ruang kolaborasi bersama IKDA Sulsel dalam menyusun program penguatan kapasitas dai agar mampu menghadirkan dakwah yang menyejukkan, mencerdaskan, dan memperkuat persatuan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum IKDA Sulsel Cabang Makassar, Dedi Gunawan Saputra, menegaskan organisasinya hadir sebagai wadah pengembangan dai profesional yang mampu menjawab tantangan dakwah di era modern.
Menurut Dedi, penguatan kapasitas dai tidak hanya dilakukan dari sisi pemahaman keagamaan, tetapi juga mencakup pengembangan ekonomi, literasi digital, serta kemampuan sosial kemasyarakatan.
"Kami mengusung tagline ‘Dakwah Beradab, Makassar Bermartabat’. Ini menjadi semangat untuk melahirkan Da'i yang kuat secara pemahaman agama, adaptif terhadap teknologi, dan tetap menjaga nilai kearifan lokal," katanya.

Komentar
Nama Pengguna: Komentar...