Neno Warisman Ajak Perempuan Gelora Sulsel Perkuat Keluarga dan Berani Mengambil Peran dalam Perubahan

Neno Warisman Ajak Perempuan Gelora Sulsel Perkuat Keluarga dan Berani Mengambil Peran dalam Perubahan
Istimewa

LOSARIPOST.com – Gelombang Perempuan Gelora Sulawesi Selatan menggelar kegiatan Bincang Santai Bareng Bunda Neno Warisman bertajuk “Ngobrol Hangat, Berbagi Cerita, Menginspirasi Sesama” di Kopi Gelora, Jalan Topaz Raya, Kompleks IDI Blok GA Makassar, Minggu 11 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi bagi kaum perempuan untuk berbagi pengalaman, bertukar gagasan, serta memperkuat pemahaman mengenai peran perempuan dalam membangun keluarga, mendidik anak, dan berkontribusi bagi masyarakat serta bangsa.

Dalam suasana santai dan penuh keakraban, Bunda Neno Warisman berbagi pandangan mengenai pentingnya perempuan mengambil peran strategis dalam kehidupan sosial.

Ia menekankan bahwa perempuan memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari perubahan, baik di lingkungan keluarga maupun di ruang publik.

“Perempuan jangan membatasi dirinya hanya pada ruang-ruang tertentu. Kita memiliki potensi untuk berkembang, belajar, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, penting bagi perempuan untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan berani mengambil peran,” tuturnya dalam keterangan yang dikirim tim media Gelora Sulsel ke media.

Menurut Bunda Neno, perempuan perlu memiliki ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Keberanian untuk berkembang juga harus disertai dengan komitmen untuk terus belajar dan memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.

Ia mengajak para kader perempuan agar tidak mudah berpuas diri dengan pencapaian yang telah diraih, tetapi terus memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan.

“Jangan berhenti hanya karena kita merasa sudah melakukan sesuatu. Kita harus terus belajar, berani bermimpi, dan bekerja secara konsisten. Yang terpenting adalah bagaimana kehadiran kita bisa memberikan manfaat bagi orang lain,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam diskusi tersebut.

Selain membahas peran perempuan dalam kehidupan sosial, Bunda Neno menyoroti pentingnya keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun masyarakat yang lebih baik.

Menurutnya, perubahan besar tidak selalu harus dimulai dari langkah yang besar pula. Perubahan dapat dimulai dari rumah, melalui pola pengasuhan, pendidikan karakter, dan keteladanan orang tua dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau kita ingin membangun masyarakat dan bangsa yang lebih baik, kita harus memperhatikan keluarga. Dari rumah, anak-anak belajar tentang nilai kehidupan, tanggung jawab, dan bagaimana memperlakukan orang lain,” demikian inti pesan yang disampaikan Bunda Neno dalam pembahasan mengenai ketahanan keluarga.

Ia menilai, ibu memiliki peran penting dalam mendampingi pertumbuhan anak, terutama dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan dan membentuk karakter yang kuat.

Namun, pengasuhan tidak semata-mata berkaitan dengan memenuhi kebutuhan sehari-hari atau memastikan anak mendapatkan pendidikan formal. Lebih dari itu, orang tua perlu hadir sebagai pendamping yang memberikan teladan dan membangun komunikasi yang baik dengan anak.

“Pendidikan anak bukan hanya soal menyekolahkan mereka. Ada nilai, karakter, dan keteladanan yang perlu terus kita tanamkan. Anak-anak membutuhkan pendampingan agar mampu menghadapi tantangan kehidupan,” demikian pesan yang relevan dengan pembahasan tersebut.

Bunda Neno juga mengingatkan bahwa peran orang tua tidak berhenti ketika anak menyelesaikan pendidikan. Pendampingan tetap dibutuhkan ketika anak tumbuh dewasa, membangun keluarga, dan menjalani kehidupan secara mandiri.

Karena itu, keluarga perlu menjadi tempat yang memberikan rasa aman sekaligus ruang bagi anak untuk belajar, berkembang, dan membangun kepribadian.

Dalam pertemuan tersebut, Bunda Neno turut menyoroti pentingnya regenerasi untuk menjaga keberlanjutan gerakan sosial.

Menurutnya, upaya membangun perubahan harus memperhatikan kebutuhan generasi mendatang agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Regenerasi tidak cukup hanya dengan memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk terlibat, tetapi juga perlu disertai pendampingan dan ruang untuk mengembangkan kemampuan mereka.

“Anak-anak dan generasi muda perlu diberikan ruang untuk tumbuh, belajar, dan menunjukkan kemampuannya. Kita harus membantu mereka menemukan potensi diri agar bisa menghasilkan karya yang bermanfaat,” menjadi salah satu gagasan yang mengemuka dalam diskusi.

Bunda Neno juga membagikan pengalamannya dalam mendukung pengembangan kreativitas anak-anak di lingkungan pesantren, termasuk memberikan ruang bagi para santri untuk berkarya melalui perfilman dan kebudayaan.

Pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya membuka kesempatan bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas sesuai dengan potensi yang dimiliki.

Melalui kegiatan kreatif, generasi muda dapat belajar membangun kepercayaan diri, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama.

Semangat regenerasi ini juga relevan bagi gerakan perempuan. Organisasi, menurut pesan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, perlu memastikan bahwa setiap proses yang dijalankan dapat melahirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Selain membahas pendidikan keluarga dan pengembangan generasi muda, kegiatan tersebut turut mengangkat cara menghadapi berbagai tantangan kehidupan, termasuk persoalan ekonomi dan dinamika rumah tangga.

Bunda Neno mengajak para perempuan untuk menghadapi persoalan dengan ketangguhan, kesederhanaan, dan rasa syukur. Ia mengingatkan pentingnya menjaga semangat untuk terus melakukan kebaikan meskipun kehidupan tidak selalu berjalan sesuai harapan.

“Dalam kehidupan, kita tentu menghadapi berbagai tantangan. Namun, jangan sampai persoalan yang datang membuat kita kehilangan semangat untuk berbuat baik. Kita perlu belajar menyesuaikan diri dengan keadaan, hidup sederhana, dan tetap bersyukur,” demikian inti pesan yang dibagikan dalam pertemuan tersebut.

Menurutnya, kemampuan menghadapi persoalan juga perlu dibarengi dengan cara pandang yang bijaksana. Perempuan memiliki berbagai tanggung jawab, baik dalam keluarga maupun kehidupan sosial, sehingga penting untuk menjaga keseimbangan dalam menjalani keduanya.

Ia juga menekankan pentingnya keyakinan kepada Allah sebagai landasan spiritual dalam menghadapi berbagai keadaan.

“Ketika kita bersandar kepada Allah, kita belajar untuk tetap tenang dalam menghadapi keadaan. Kita terus berusaha, menjalankan tanggung jawab, dan tidak kehilangan semangat untuk menebarkan kebaikan,” demikian pesan spiritual yang menjadi bagian dari pembahasan.

Pesan tersebut mengajak para peserta untuk tetap menjaga ketenangan, bersikap sederhana, dan menjalani kehidupan dengan penuh rasa syukur tanpa meninggalkan ikhtiar dalam menghadapi persoalan.

Melalui kegiatan Bincang Santai Bareng Bunda Neno Warisman, Gelombang Perempuan Gelora Sulawesi Selatan menghadirkan ruang pertemuan yang hangat bagi perempuan untuk saling berbagi pengalaman dan memperluas wawasan.

Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat kebersamaan sekaligus mendorong perempuan agar semakin percaya diri dalam menjalankan peran di lingkungan keluarga, masyarakat, dan organisasi.

Bunda Neno menekankan bahwa kekuatan sebuah gerakan tidak hanya ditentukan oleh besarnya organisasi atau banyaknya kegiatan yang diselenggarakan, tetapi juga oleh dampak yang dihasilkan.

“Gerakan yang kuat bukan hanya tentang seberapa besar organisasi kita, tetapi juga tentang seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan kepada masyarakat. Karena itu, setiap langkah perlu diarahkan agar membawa kebaikan dan perubahan,” demikian inti pesan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.

Komentar

Nama Pengguna: Komentar...